Deteksi Penyakit Jantung Sedini Mungkin dengan Pemeriksaan Ini!

Deteksi Penyakit Jantung

Faktanya, setiap orang berpotensi mengidap penyakit jantung. Bakal semakin meningkat peluangnya manakala ada riwayat keluarga penderita penyakit jantung, usia menginjak 40 tahun ke atas, sering stres berlebihan, suka merokok, punya kelebihan berat badan, dan masih banyak lagi. Menurut data WHO (Badan Kesehatan Dunia), penyakit jantung jadi salah satu pembunuh terbesar di dunia selain kecelakaan di jalan raya dan TBC (Tuberkulosis). Sungguh mengerikan, bukan? Atas dasar ini, Anda patut waspada dengan penyakit yang ditandai dengan gejala-gejala sebagai berikut: sakit kepala, nyeri dada, mudah lemas, mudah cemas, sesak nafas, pembengkakan, & keluar keringat.

Kewaspadaan ini bisa diwujudkan dengan melakukan pemeriksaan sedini mungkin untuk mendeteksi penyakit jantung seperti katup jantung & irama jantung abnormal, penyakit jantung bawaan, penyakit jantung koroner, kerusakan otot jantung, peradangan pada jantung, dan lain sebagainya. Semakin cepat mengetahui bahwa Anda mengidap penyakit jantung, akan semakin cepat penanganannya dan semakin besar peluang untuk sembuh. Berikut beberapa pemeriksaan untuk mendeteksi penyakit jantung:

Elektrokardiogram

Elektrokardiogram merupakan pemeriksaan kondisi kesehatan jantung tanpa memerlukan sayatan tubuh, tapi menggunakan elektroda EKG. Dalam prosedurnya, dokter akan memasangkan elektroda EKG pada dada serta pergelangan tangan atau kaki. Elektroda EKG akan mendeteksi aktivitas atau sinyal-sinyal listrik pada jantung yang kemudian digambarkan oleh sebuah mesin bernama elektrokardiograf. EKG sendiri sejatinya terdiri atas 3 jenis di antaranya EKG istirahat (pasien harus berbaring dan biasanya memakan waktu 5 sampai 10 menit), EKG ambulatory (pasien bisa bergerak bebas dan biasanya digunakan selama 24 jam), dan test stres jantung (pasien bakal bersepeda atau berjalan di atas treadmill & digunakan selama 15 sampai 30 menit). Dalam pemeriksaan ini, umumnya tidak ada persyaratan khusus dari dokter.

Ekokardiografi

Ekokardiografi adalah pemeriksaan yang bisa memakan waktu 20 sampai 30 menit dengan memanfaatkan gelombang suara yang menghasilkan gambar jantung yang lebih rinci atau sering disebut dengan USG jantung. Salah satu persiapan yang disarankan oleh dokter sebelum melakukan pemeriksaan ini adalah berpuasa minimal 6 jam sebelum pemeriksaan. Secara umum, pemeriksaan ini terdiri atas beberapa jenis di antaranya: ekokardiografi transtoraks (pemeriksaan lewat dada), ekokardiografi transesofageal (pemeriksaan dengan memasukkan transducer lewat kerongkongan), ekokardiografi dobutamin stres (pemeriksaan dengan memberikan obat dobutamin lewat infus), dan ekokardiografi contrast bubble (pemeriksaan dengan menyuntikan cairan garam fisiologis & dicampur dengan darah pasien).

Angiografi Koroner

Angiografi Koroner atau kateterisasi jantung merupakan pemeriksaan dengan memanfaatkan kateter (selang plastik panjang & tipis) yang dimasukkan ke dalam pembuluh darah, kemudian diinjeksikan zat kontras agar arteri dalam dilihat dengan menggunakan sinar-x. Untuk pemeriksaan ini, sejatinya terdiri atas 2 jenis yakni: kateterisasi koroner (memeriksa pembuluh darah yang tersumbat) dan kateterisasi penyadapan jantung (memeriksa tekanan & kandungan oksigen dalam ruang jantung). Selama sekitar 30 menit sampai 1 jam, pemeriksaan angiografi koroner dilakukan. Adakah syarat khusus sebelum melakukan pemeriksaan ini? Puasa sebelum 8 sampai 12 jam sebelum pemeriksaan.

Ketika hasil pemeriksaan menyatakan bahwa Anda positif mengidap penyakit jantung, dokter akan menyarankan untuk melakukan tindakan medis misalnya pemasangan ring jantung, bypass jantung, transplantasi jantung, operasi jantung laser, atau penggantian/perbaikan katup jantung. Setelah operasi ini dilakukan pastikan untuk selalu menerapkan pola hidup yang sehat agar dapat memiliki kualitas hidup yang lebih baik dalam jangka panjang.